Halo Kawan, 

Beberapa hari lalu, aku ditantang untuk memaksimalkan Instagram Story oleh sahabatku Rahmi Aziza. Katanya, kita bisa menambah engagement atau keterikatan dengan follower melalui kisah personal di Instastory. 


Belajar Menulis Lewat Mikroblog

Fitur cerita di Instagram ternyata kini lebih disukai oleh pengguna dan pembaca karena membuat mereka lebih mengenal kita dibandingkan postingan di feed yang lebih teratur dan berkesan formal. 


Aku sebenarnya belum terlalu tertarik dengan fitur story ini karena membayangkan selain menulis, juga kudu menghiasnya agar nampak estetik. PR banget hihi. Tapi, kata Rahmi, sekarang banyak template IGS yang cantik di Canva. Tak perlu repot menatanya. 


Baca Juga: Kelas Cerita Anak November 2020


Hm, baiklah. Aku jadi tertarik mencoba sarannya. Jadi, mulai sekarang aku akan bercerita segala hal tentang dunia penulisan menurut pengalamanku di #WriterStory di Instagram Story ya semoga kalian berkenan membacanya. 


Kali pertama mengunggah #WriterStory di IGS, hm ternyata seru juga ya aku curcol. Aku cerita tentang bagaimana dulunya aku nggak pede untuk tampil di depan umum. Hehe. 


Iya, aku selalu terjangkit demam panggung kalau disuruh tampil untuk jadi pembicara atau mengisi acara talk show dan bedah buku. Grogi pisan! Bagaimana aku mengatasinya? Mampir dong ke IG ku ada sesi #WriterStory sudah kubintangin lho, khusus untukmu hihi. 


Belajar menulis lewat mikroblog

Ternyata, postinganku ini ditanggapi oleh Yopi Saputra,
fashion blogger yang sudah lama kukenal sejak ia menghubungiku saat SMA dan jadi pembaca Anak Kos Dodol.


"Mba Dew, bikin kayak gini aja di IGS stories seru atuh.. atau microblogging Mba Dew." Tulisnya. 


"Apa itu microblogging, dek?"

aku malah balik bertanya. Hihi.


"Itu Mba Dew, blog yang diposting di IG feeds tapi pendek-pendek, Mba Dew,"


Oalah, ternyata namanya mikroblog ya. Memang sih, akhir-akhir ini aku sering mengintip IG teman-teman dan postingan mereka pada panjang-panjang di status Instagram, hihi. Apa ni? Apa ni? Ulala, kudet banget deh aku. 


Aku intip Wikipedia ternyata ada dong bahasannya:


Mikroblog adalah suatu bentuk blog yang memungkinkan penggunanya untuk menulis teks pembaharuan singkat yang biasanya kurang dari 200 karakter dan mempublikasikannya, baik untuk dilihat semua orang atau kelompok terbatas yang dipilih oleh pengguna tersebut. Pesan-pesan ini dapat dikirim melalui berbagai cara yaitu melalui SMS (Short Message Service), pesan instan, surat elektronik, digital audio atau web. (Wikipedia)


Jadi, mikroblog itu sama saja dengan ngeblog. Tapi, ukurannya lebih kecil, lebih singkat tulisannya. Nah, yang sekarang lagi happening adalah mikroblog di feed IG. Jadi, nggak hanya posting foto plus caption sebaris, kini kamu bisa menulis lebih panjang di IG tapi tak sepanjang di blog. Hm, sekarang muat berapa karakter ya feed IG?


Caranya, artikel di blog kita pecah menjadi beberapa bagian untuk diposting di Instagram. Untuk visualnya, buatlah gambar pendukung di Canva dan kita buat secara multiple post atau carousel.


Ingat, jangan menuliskan terlalu banyak kalimat di gambar/ foto tapi tetap per poin agar tampilannya cantik. Jika kalian punya blog, di bagian caption bisa ditambahkan call to action agar pembaca berkunjung ke blog, agar bisa membaca lebih detil topik yang kita bahas tadi. Jika tak punya blog? Kalian bisa minta follower untuk like, share dan komentar postingan kita. Call to action tetap bagus untuk membangun interaksi dengan follower Instagram.


Jadi, Kamu ingin belajar menulis tapi belum percaya diri untuk menulis untuk media dan blog? Mikroblog bisa jadi solusinya. Kita bisa belajar menulis lewat mikroblog.


Selain mikroblog di Instagram, kamu bisa menulis di Twitter, Facebook dan lainnya. Tuangkan ide dan pikiranmu lewat media sosial. Nggak usah malu dibilang penulis status, kamu kan sedang belajar merangkai kata. 


Semakin sering menulis, maka semakin enak pula tulisanmu dibaca. Semakin mudah kamu mengungkapkan pikiran dan perasaanmu lewat tulisan.


Baca Juga: Teknik 5W + 1H dalam Menulis


Kelebihan mikroblog dibandingkan ngeblog, kamu bisa mendapat respon langsung dari pembaca, follower dan mutualmu di medsos dibandingkan dengan blog. Yup, Butuh waktu cukup lama untuk mengajak pembaca mampir dan komentar di blogmu.


Pembaca juga akan lebih mudah menemukan tulisanmu dibandingkan harus berkunjung ke blog. Tanggapan yang lebih ramai inilah menjadi alasan mengapa lebih banyak orang memilih menulis di media sosial dibandingkan blog.


Senang kan kalau pikiran dan karyamu dibaca dan ditanggapi banyak orang? Sekalian melatih mental hihi biar makin setrong. Iya, kalau ada yang kontra dengan pendapat kita kan biasanya langsung komentar di kolom komen. 


Tapi, hadapi dengan santai saja. Asal kita menulis sesuai hati nurani, tetap sopan, tidak membagikan hoax dan fitnah, dan tidak menyinggung perasaan orang lain ya terus saja menulis. Menyuarakan isi hati dan pikiran. Perasaan pun akan lebih lega setelah menulis. Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah menulis hari ini. Mikroblog bisa jadi pilihanmu berlatih, ya. Selamat hari Senin, semoga tips ini bermanfaat!