Halo Kawan,

Beberapa waktu lalu, aku mengikuti kelas online tentang tips menulis cerita anak yang diisi oleh Cici Dian Kristiani, penulis cerita anak produktif asal Semarang. Saat menjelaskan materinya, ia menyinggung tentang Deus Ex Machina.

Ada yang tahu apa itu Deus Ex Machina? Bukan, ini bukan merek pakaian, hehe.


Deus Ex Machina, Jangan Ada Tiba-Tiba dalam Cerita Anak
Deus Ex Machina, Jangan Ada Tiba-Tiba dalam Cerita Anak
 (Foto: Katerina Kucherenko Pixabay.com)

Deus Ex Machina adalah ungkapan bahasa latin yang artinya sebuah perangkat alur dimana sebuah masalah yang tampak tak terpecahkan dalam sebuah cerita secara mendadak dan rancu terpecahkan oleh sebuah kejadian tak terduga, biasanya membuat banyak orang terkejut (Wikipedia). 

Baca Juga: Tips Promosi Buku Agar Laris

Ternyata, istilah ini muncul saat pentas teater di Yunani. Saat tokoh utama dalam keadaan genting, akan dibunuh penjahatnya, disaat semuanya tampaknya tiada harapan, tiba-tiba Dewa menyelamatkannya. Tuhan atau Dewa dalam pentas teater  Yunani akan muncul dari langit-langit panggung! Si tokoh kesayangan penonton pun selamat. Begitu saja!

Deus Ex Machina adalah sebuah solusi dalam cerita, bertujuan menyelesaikan konflik. Salah satu penulis drama tragedi terkenal di Yunani, Euripides yang sering memasukkan unsur Deus Ex Machina ini ke dalam ceritanya dan membuatnya sering dikritik banyak penonton.

Nah, perkembangannya, saat ini Deus Ex Machina banyak muncul sebagai solusi seenaknya saja dari penulis. Bisa muncul di sinetron, novel, cerpen, bahkan cerita anak.

Deus Ex Machina, Jangan Ada Tiba-Tiba dalam Cerita Anak
Jangan ujug-ujug ada peri penyelamat dalam ceritamu (Foto: Pixabay.com)

Kalau bahasa kita mungkin, ujug-ujug atau tiba-tiba, ya. Misalnya nih, Seorang anak dikejar-kejar penjahat, tiba-tiba muncul penyelamatnya. Orang yang jatuh dari jembatan, tiba-tiba ada perahu lewat dan dia selamat. 

Tak ada penyelamat dan perahu sebelumnya disebutkan dalam cerita, tapi tiba-tiba muncul sendiri entah dari mana. Apakah jentikan ibu peri atau dikirimkan oleh malaikat? Entah. Yang pasti, hal itu menjadi penolong tokoh dalam cerita dan cerita pun berakhir bahagia.

Ngg..kalian kesal nggak kalau baca cerita seperti ini?

Aku ingat, beberapa tahun lalu aku mengikuti kelas menulis cerita anak Room to Read di Lembang, Bandung.

Menurut mentorku Bhai Benny Rhamdani, penulis Indonesia hobi memasukkan unsur kebetulan dalam suatu cerita. Ya, agar cerita cepat dapat penyelesaian. Istilahnya ya itu tadi, Deus ex machina.

Contoh konkritnya adalah cerita yang kubuat untuk workshop itu dan dibantai habis-habisan oleh mentor dan peserta lain huhu. Dikisahkan Isman dilarang berenang di Sungai Musi karena kotor sekali. Ibu menyuruhnya berenang di kolam renang. Suatu hari, Isman dan teman-teman berenang di empang, Mendadak tokoh ibu muncul dan memarahi Isman yang sedang berenang. Padahal dikisahkan Isman sedang berada di dekat sekolahnya.

Lho, kok ibunya bisa tahu Isman berenang di empang? Memangnya, Ibu Isman cenayang, ya? Atau punya pintu kemana saja Doraemon?

Kebetulan ini nggak mengasyikkan dibaca. Ceritanya jadi mudah ditebak. Dan penyelesaiannya terlalu mudah. Terlalu sinetron, hehe.

So, hindari menyuguhkan kisah ujug-ujug ala Deus Ex Machina ini pada pembacamu. Kamu harus bekerja keras menyelesaikan ceritamu dan jangan memberikan solusi asal selesai, solusi yang mudah tapi tidak masuk akal, hehe.

Baca Juga: Kelas Cerita Anak Maret 2021


Deus Ex Machina dalam cerita anak
Hindari Deus Ex Machina dalam karyamu (Foto: Pexels, Pixabay.com)

Jalan keluar terhindar dari Deus Ex Machina ini sebenarnya simpel, harus ada penjelasan logis dulu, kenapa si A muncul menyelamatkan sang tokoh. Harus ada penjelasan logis tentang suatu hal muncul di dalam cerita kita. Bukan ujug-ujug..dia nongol! Saha eta, nya? Ora bule pun jadi bertanya-tanya. Hehe.

Jika kamu ingin menambahkan tokoh si penyelamat dalam cerita saat tokoh Aldebaran dikejar penjahat, sebelum peristiwa itu terjadi kamu harus menyisipkan sedikit clue si penyelamat dalam ceritamu.

Siapa sebenarnya dia? Oh, ternyata si penyelamatnya adalah kakak Aldebaran yang curiga kok adiknya nampak ketakutan dan memutuskan untuk mengikutinya.

Nah, clue ini akan mengingatkan pembaca oh iya ini tadi sang kakak kan mencari Aldebaran di kamarnya! Jadi, ada penjelasan logis mengapa sang kakak bisa muncul tiba-tiba di lokasi, lalu melawan penjahat dengan gagah berani dan menyelamatkan adiknya.

Ingat juga, harus ada disisipkan dalam ceritanya lho kalau kakak Aldebaran itu jago taekwondo atau pencak silat. Jadi, nggak ujug-ujug dia datang melawan penjahat dan menang! Hehe.

Jadi, tak ada ujug-ujug dalam ceritamu. Jangan ada tiba-tiba dalam ceritamu. Kisahnya pun akan lebih menarik, kan! Bagaimana, siap menulis cerita yang seru? Ditunggu ya karyamu!