7 Hari Writing For Healing bersama Grup Penulis Ceria

Halo Kawan,

Bulan Agustus selalu jadi bulan istimewa untuk kita semua, masyarakat Indonesia. Ya, Bulan Agustus adalah perayaan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus. Bulan ini pula, Grup Penulis Ceria, sebuah grup yang berisikan penulis-penulis cerita anak yang selalu ceria membuat satu program seru.

Apa tuh programnya?

7 Hari Writing For Healing bersama Grup Penulis Ceria

Namanya Writing For Healing. Siapapun yang punya media sosial boleh ikut. Selama 7 hari mulai tanggal 05-11 Agustus 2021 teman-teman peserta diajak untuk menuliskan cerita, perasaannya, apapun bentuknya di media sosial masing-masing.

Tulisan bisa diposting di Facebook, Twitter atau Instagram. Tema besarnya adalah Covid-19 tapi peserta bebas menuliskan topik apapun bebas. Setiap hari, teman-teman menulis kisahnya lalu memberi tagar #writingforhealingID dan #bersamapenulisceria di media sosial. Panitia akan membagikan tulisan para peserta di beranda dan story Instagram.

Program ini digagas oleh salah satu anggota Grup Penulis Ceria yaitu Tyas Widjati. Penulis cerita anak yang kini berdomisili di Sidoarjo ini mendapat gagasan ketika sedang mengborol dengan sesama penulis cerita anak dari Bali, Mbak Debby Lukito.

Ya, bagaimana kalau membuat satu program menulis yang memungkinkan para pesertanya bisa berbagi beban perasaan dan pikiran seputar Covid19?

Seperti kita ketahui, sudah 1.5 tahun kita mengalami masa pandemi. Semakin hari rasanya situasi semakin berat. Banyak yang kehilangan anggota keluarga, terjangkit virus sekeluarga, kehilangan pekerjaan dan penghasilan, tidak bisa bersekolah dan berkegiatan secara normal. Semuanya menumpuk menjadi beban yang menyesakkan hati.

Karena itulah, program writing for healing ini pun diselenggarakan. Harapannya, teman-teman bisa berbagi cerita dan berbagi perasaannya saat pandemi ini. Smoga dengan berbagi cerita dan beban, perasaan akan lebih ringan dan damai.

Menulis dipercaya sebagai salah satu terapi penyembuhan diri. Seperti yang dikatakan oleh Mas Wahyu Bramastyo, pemilik akun Instagram @simple_reader yang punya minat di bidang kesehatan mental dan penyembuhan diri (self healing).

7 Hari Writing For Healing bersama Grup Penulis Ceria


Menurut Mas Wahyu, menulis, mengungkapkan apa yang kita rasakan. Hal yang kita tutupi dari orang lain akan membantu kepekaan dan membuat kita terhubung dengan inner voice. Inner voice yang sering menjadi hidden voice karena kita lebih memilih mendengarkan orang lain, kebisingan
di luar daripada mendengarkan suara hati kita.

Ya, Kita tidak tahu pandemi ini berakhir kapan. Yang bisa kita lakukan adalah bertahan, berusaha menjaga kesehatan, dan terus beradaptasi dengan perubahan situasi yang drastis ini. Kita berusaha menemukan kebahagiaan disela banyaknya kesulitan. Kita berusaha terus bersyukur di tengah kesempitan ini.

Selama tujuh hari, teman-teman berbagi kisahnya saat pandemi. Ada yang merasakan sesaknya kehilangan sahabat karena covid, ada yang berbagi inspirasi untuk tetap semangat berkarya dan berani mencoba hal baru di masa pandemi. Ada pula yang berbagi kisah sukses divaksin dan menyemangati teman-teman lain untuk mau divaksin. Ada yang berbagi kisah lucu makin rajin skinkeran, yoga bahkan nonton drakor saat PPKM. Membaca tulisan teman-teman menjadi penyemangat kita untuk terus bersemangat melangkah maju. 


7 Hari Writing For Healing bersama Grup Penulis Ceria

Baca Juga: Writing For Healing, Connecting To Your Inner Wisdom

Syukurlah, teman-teman peserta menemukan hal positif ketika mengikuti program ini. Menurut Mbak Wylvera, anggota GPC merasa plong berhasil menuliskan kisah saat dirinya terkena Covid19. Rasanya lega dan nyaman untuk membagikan ceritanya.

Syukurlah, Senang rasanya ketika program yang kita selenggarakan membawa manfaat. Walaupun program ini telah usai jangan lupa teman-teman untuk terus berbagi cerita agar perasaannya lega. Ya, writing for healing, menulis menyembuhkan jiwamu. 


Foto: Pixabay.com

Komentar

  1. Wah ide program menulis nya keren, karena saya setuju banget pandemi ini memang bikin kehidupan nyaris jungkir balik. Mulai dari kesulitan ekonomi, kehilangan anggota keluarga, dsb. Nah dengan mencurahkan isi hati kita melalui tulisan bisa membuat perasaan kita menjadi lebih baik.

    BalasHapus
  2. setuju banget menulis membantu kita untuk menyembuhkan jiwa dengan cara kita menyampaikan pesan-pesan ke pembaca membantu mereka juga memahami apa yang kita rasakan atau yang sudah kita lalui. Kalau ada event kayak gini boleh dong di share kak, biar saya juga ikut andil. Suka soalnya dengan hal seperti ini.

    BalasHapus
  3. Dari dulu, menulis buatku memang sarana penyembuhan biar ga jenuh, biar ga stress. Mood jadi naik tiap kali menulis. Makanya sampai sekarang, aku ga bisa ninggalin blog tempat aku nyalurin semua hal2 ga enak tadi.

    Walopun skr sedang ga bisa jalan2, ide utk tulisanku jadi terbatas, tapi kemudian terpikir untuk menuliskan kuliner2 yg aku beli dari UMKM, temen2 yg ditengah kondisi ini sdg berjuang. Aku ga bisa membantu banyak, tapi berharap tulisanku ttg review jualan mereka bisa membantu menaikkan penjualan. Ibaratnya, aku bisa puas dari menulis, tapi juga membantu orang lain .. itu berasa healing banget..

    BalasHapus
  4. aku sempat daftar event ini, cuma enggak selesai, hahahah. tapi aku ngikutin postingan rekan-rekan yang lain. yang luar biasa, selalu ada hal positif dan jadi penyemangat dari postingan teman-teman. pokoknya grup penulis ceria, luar biasa banget.

    BalasHapus
  5. Ad program seperti ini lagikah kak? Saya minat ikut. Mungkin menulis sebagai pelepas rasa itu memang sudah dilakukan, tapi jika dilakukan bersama-sama sepertinya jauh lebih menyenangkan.

    BalasHapus
  6. Menulis memang salah satu media healing terbaik. Selain itu bisa juga dengan melukis. Intinya supaya kita mengeluarkan unek2, produktif dan hasilnya dapat dinikmati

    BalasHapus
  7. Aku belum sempat ikut acara ini, ingin ikutan tapi bingung mau nulis apa juga di IG. Tapi liatnya seru ya teman-teman antusias, aku jadi pengen coba ikutan, next time

    BalasHapus
  8. kemarin sempet mau daftar sampe lupa mbaa, padahal aku juga ngalamin proses healing saat menulis. apalagi kalo abis ngerjain hal lain di luar aktivitas menulis, pas balik nulis lagi rasanya hhh duh enaknyaa.. kurang lebih kayak recharge energi.

    BalasHapus
  9. Mba kata mau d lanjut ,yuk kita lanjutin writingnya 😊 aku menanti hehehe...

    BalasHapus
  10. Wah, keren banget programnya, Teh. Emang butuh banget bisa sharing saat keadaan pandemi gini, apalagi yang sempet positif

    BalasHapus
  11. Program writing for healing ini pasti sangat dibutuhkan banyak orang di saat pandemi begini, terutama...
    Semoga dengan rutin menulis, kita bisa menghilangkan toksisitas yang ada di dalam tubuh.

    BalasHapus
  12. Wah keren banget baru tau kalau ada program kayak gitu
    Idenya bagus banget tapi emang sih nulis itu bisa bikin kita merasa lebih baik

    BalasHapus
  13. Jadi inget dulu FLP Malang pernah bikin event Writing Therapy yang kurang lebih semacam ini. Memang ternyata nulis tuh bisa bantu healing banget yah

    BalasHapus
  14. Keren banget nih programnya, membantu orang-orang untuk sharring apa yang dirasakannya melalui sosial media, ya. Cocok banget bagi yang suka nulis...
    Semoga pesertanya mencapai goals seusai dengan apa yang mereka targetkan...

    BalasHapus
  15. kalo udah nulis rasanya lega teh aku, aku kelwat programnya ngak ikutan.
    colekcolek ya teh kalau ada lagi

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Post

Life as Divorcee, Buku Solo Pertama Beauty Blogger Virly K.A

GPC Talk: Tips & Trik Menang Lomba GLN Kemdikbud dari Iwok Abqary

7 Rahasia Menulis Buku Biografi Yang Enak Dibaca dari Alberthiene Endah