Halo Kawan Aksara,

Siapa pecinta buku online di sini? Toss! Beberapa tahun ini, aku lebih memilih membaca buku online di Ipusnas dan Gramedia Digital. 


Alasannya karena rak bukuku sudah penuh tak bisa lagi menampung buku baru. Aku pun membaca lebih cepat dengan buku online. Tapi, aku tetap membeli buku cetak kok tapi jumlahnya tak sebanyak dulu. Baru-baru ini, kalap di BBW Semarang. Huhu. 

Baca Buku Seru di Aplikasi Ipusnas

Aplikasi Ipusnas adalah aplikasi dari Perpustakaan Nasional. Koleksi bukunya cukup banyak dan selalu ada yang baru. Cara menjadi anggota Ipusnas dan Gramdig mudah. Cukup unduh aplikasinya di Google Play Store kalau ponselmu android.

Kalau Ipusnas, kita bisa baca buku gratis sedangkan Gramedia Digital harus membayar biaya berlangganan. Tapi, biayanya tetap jauh lebih murah daripada membeli buku cetak. Ya, buat kamu yang suka baca buku tapi dana terbatas atau ingin baca buku tapi tak ada tempat untuk penyimpanan buku lagi di rumah, menjadi anggota Ipusnas dan membaca buku online adalah salah satu cara untuk membaca buku. 

Sayangnya, aplikasi yang bisa diunduh di Play Store ini stok bukunya terbatas. Jadi, kita harus sabar mengantre untuk dapat buku incaran kita. Jadi, nggak seperti dugaan banyak orang ya kalau perpustakaan online itu stok bukunya tak terbatas. Hehe. 

Back to Ipusnas, Rabu (29/11) terjadi kehebohan di kalangan pecinta buku Indonesia. Entah ada angin apa, kado akhir tahun atau habis kalap belanja buku, aplikasi Ipusnas mendadak kebanjiran stok buku laris! 

Baca Buku Seru di Aplikasi Ipusnas, Stoknya Banyak!

Tak disangka, mulai awal November stok buku yang banyak diincar pembaca Ipusnas mendadak banyak stoknya! Eh, ada angin apa ini Ipusnas berbaik hati menambah koleksi bukunya? Apakah hadiah akhir tahun, atau karena iba pada anggota sepertiku yang harus mengantre setahun lebih saat ingin membaca buku Ronggeng Dukuh Paruk? Hehe 

Ya ampun, langsung deh wishlist buku idamanku tercapai semua. Mulai dari buku Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa-Zaky Yamani, Penaka-Altami ND, Kafe Ajaib yang Memasak Impian-Suyoung Kim, hingga buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya karya Keigo Hashino bisa kupinjam semua. Senangnya! 

Stok bukunya bertambah sampai ratusan buku per judul! Artinya, lama antrean buku ini bakal takkan terlalu lama karena stok kopi bukunya banyak. Senangnya! Misalnya nih, buku Memoar of a Geisha yang legendaris itu barusan kutengok stoknya ada 160 kopi. Senangnya ya nggak usah antre lama atau rebutan dulu sebelum membaca buku ini. Hore! 

Maksimal jumlah buku yang dipinjam per hari di Ipusnas adalah 5 buku dan kita bisa meminjam maksimal 10 buku per anggota.

Setelah buku impian terpenuhi dengan bahagia, timbul masalah baru. Bagaimana membaca buku-buku ini dengan cepat dan berbarengan? Karena waktu pinjam hanya lima hari per buku .Haha. Maruk sih.

Jangan sampai lupa memperpanjang waktu pinjam ya nanti bukunya dipinjam orang dan bakal lama lagi antreannya. Tenang, stok buku sekarang banyak jadi lebih santai untuk pinjam lagi ya. Wishlistku sekarang, ingin beli tablet biar membaca buku digital lebih nyaman karena layar dan tulisannya lebih gede, hehe. Semoga ada rezekinya ya! 

So, saat ini aku berusaha menuntaskan timbunan buku TBR atau to be read-ku di Ipusnas hihi. Ingat, jangan banyak-banyak pinjam bukunya, secukupnya saja dan jangan menahan buku terlalu lama tanpa dibaca. Kasihan, anggota lain yang ingin baca bukunya. Pinjam dua tiga buku dan baca pelan-pelan disaat senggang. Bagaimana, tertarik jadi anggota Ipusnas?