Halo Kawan Aksara,
Akhirnya, aku bisa update blog Ruang Aksara ini setelah, sekian bulan tak tersentuh. Kesibukan mengurus pendaftaran anak kuliah dan sekolah juga beberapa deadline menulis membuatku tak sempat bercerita di blog ini. Maafkan ya! Kali ini, aku ingin berbagi cerita tentang serunya mengunjungi salah satu toko buku di Yogya yaitu Akal Buku.
Biarpun hanya dua toko tapi rasanya happy! Selama ini, hanya bisa ngiler menikmati konten toko-toko buku Yogya berseliweran di timeline medsos. Alhamdulillah, bulan ini bisa pergi ke sana bersama teman-teman.
Tenang, dengan bantuan Google Maps juga sampai kok. @akalbuku ini adalah milik penulis couple goal Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih di Yogya. Tokonya kecil tapi nyaman dan lokasinya terletak di sebelah rumah mereka tinggal.
Agus asal Magelang hingga punya nama neken Agus Magelangan ini katanya membuka toko buku dengan tujuan untuk mengumpulkan biaya nikah. Setelah biaya nikah terkumpul, mereka berumah tangga dan toko bukunya tetap eksis.
Memandang toko buku kecil ini yang mungkin hanya berukuran 3x3 meter membuatku makin ingin punya toko buku kecil yang dilengkapi perpustakaan dan bisa jadi tempat belajar menulis dan membaca di Ungaran. Aku sudah punya tempatnya tinggal memupuk keberanian memulai hehe. Aamiinkan dulu ya pemirsa Ruang Aksara!
Biarpun kecil, penataan toko buku ini cantik dan rapi. Jadi, betah banget deh pengunjung untuk berlama-lama di toko buku. Kalian juga bisa membaca buku-buku yang tak bersegel plastik gratis di tempat. Jadi, mirip perpustakaan ya
Aku nemu banyak buku menarik di sana. Sayangnya, duit terbatas jadi harus pilah-pilih buku yang mau diangkut pulang. Huhu. Taro temanku membeli buku Kalis Mardiasih yang baru. Tulisan Kalis ringan dan menggelitik, enak dibaca.
Tak disangka, aku menemukan buku belajar menulis novel Save The Cat! Writes a Novel dari Jessica Brody yang mulai langka dijual. Sebelumnya, aku punya buku tentang metode menulis skenario dari Blake Snyder.
Jessica Brody lalu menerapkan metode Blake menulis skenario ini ke bentuk novel. Wah, langsung deh kubeli buku seharga Rp119.000 ini dan mempelajarinya untuk menulis naskah novel baruku.
Satu buku lagi yang kubeli adalah buku Perempuan di Titik Nol karya feminis Nawal el Sadaawi. Wishlist lamaku banget dari Pustaka Obor! Penjaga tokonya menawarkan buku serupa tapi terbitan Penerbit Kakatua. Tapi, aku kadung jatuh cinta dengan sampul buku klasik dari Penerbit Obor.
Mbak penjaga tokonya yang aku lupa namanya juga ternyata seorang kutu buku kayak kami jadi ia bisa menjelaskan koleksi buku-buku yang ada di sana dengan gamblang. Seru!
Tak hanya itu, ia juga memotret kami berempat di berbagai sudut toko buku dan hasilnya apik lho. Sayangnya, kami tak bertemu Agus dan Kalis. Benar-benar pengalaman yang menyenangkan siang itu berkunjung ke Akal Buku. Terima kasih foto-fotonya yang cakep dan sambutannya yang ramah ya Mbak!
Akal Buku
Jalan Garuda No.110, RT.9/RW.34
Ngebel Gede, Sardonoharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman







40 Komentar
Waaa dapet satu lagi referensi toko buku di Jogja selama ini yang terkenal kan buku akik yaaa....
BalasHapusDan seneng banget di jogja banyak banget toko2 bukunya dan kebanyakan buku indie yaa...sekarang di solo sendiri juga mulai banyak bermunculan perpustkaan indie mbaa klo toko buku sie sptnya gak sebanyak di jogja sie ;)
Saya bantu aminkan juga ya mbak dedew! Semoga kelak nanti, mbak dedew bisa membuka toko buku sendiri, kalau bisa jangan yang 3x3, tapi 30 x 30 ihihihi. Biar enakkk dan luas kalo aku mampir ke ungaran :D
BalasHapusPaling enak kalo ketemu penjaga toko buku, yang orangnya sesama pecinta buku juga. Asyik jadinya, sebelum beli buku kita bisa diskusi dulu. Dapet banyak insight, sebelum meminang.
MEnarik juga membaca kisah seorang pasangan penulis yang buka toko buku, inspiratif banget, bener bener couple goals yaa...
BalasHapussaya juga jadi tertari dengan buku belajar menulis novel Save The Cat! Writes a Novel dari Jessica Brody, sepertinya isinya seru nih, mau buat cari inspirasi buat belajar nulis juga, kayaknya di gramed masih ada nih.
Owalah, selama ini aku pikir toko bukunya ada baru2 ini, ternyata malah sebelum nikah dah ada dan berlanjut ya hehe.
BalasHapusSering lihat foto toko bukunya di postingan orang2 di sosmed. Semoga kalau ke Yogya bisa mampir juga.
Nyari toko bukunya ternyata mayan challenging yaaa hehe :D
Sampai blusukan ke perkampungan penduduk gitu, untung ada map. Btw tapi bisa masuk mobil mbak?
Wah jadi banyak koleksi buku2 indie di sana ya? kyknya aku juga bakal pengen semua angkut deh haha, apa daya dompet tipis meronta2 =))
Moga ada aja rezekinya kalau mau beli buku yaaa :D
Semakin banyak aku membaca tentang cerita teman-teman yang berkunjung ke toko buku, aku juga makin ingin bikin toko buku serupa. Kalau bisa sekalian yang ada cafenya gitu. Perjalananku untuk mewujudkan mimpiku itu masih panjang sih. Aku belum punya tempatnya. Masih cari-cari konsep yang pas dan cucok untuk di sini.
BalasHapusToko bukunya menarik Kak Dew, karena kalau di tempatku bertemu dengan buku dari penerbit Indie mah susah, kecuali beli online. Kalau di tempatnya Kak Dew mudah ya. Boleh lah pankapan daku ke sana, dipandu sama Kak Dew kehilangan hehe
BalasHapusBerhasil mewujudkan wishlist main ke Akal Buku pasti rasanya puas banget, ya. Tempatnya emang kelihatan cozy dan homey banget, cocok buat melipir sejenak dari rutinitas. Selamat juga udah nemu buku buruan Save The Cat! dan karya Nawal El Saadawi. Semoga impian punya toko buku dan perpustakaan kecil di Ungaran bisa segera terwujud ya.
BalasHapusaku dulu itu sebenarnya nggak tahu sama pasangan agus dan kalis ini. Cuma namanya media sosial ya pastinya cepat atau lambat akhirnya berkenalan juga dengan pasangan ini apalagi kisah cintanya juga difilmkan. penasaran juga nih sama toko bukunya yang mungil namun pastinya memiliki visi dan misi sangat besar dalam hal literasi
BalasHapusNama toko bukunya unik ya, Mbake Dew. Dan walau tidak terlalu besar, tapi sangat meyenangkan karena koleksi bukunya keren dan sudah banyak yangg langkah. Dikonsep dengan bagus, karena pemiliknya memang pecinta buku. Ditambah yang jaga toko kutu buku. Jadi pengunjung tanya buku apapun atau rekomendasi buku apa, akan dijawab dengan komplit dan cepat.
BalasHapusKeren banget mas Agus yg demi biaya nikah membanggakan dengan merintis toko buku
BalasHapusKeren nya nikah udah tokonya masih berdiri dan bahkan banyak pengunjung nya ya
Semoga jadi inspirasi buat yg lain, secara sekarang ini udah jarang banget ya toko buku itu keberadaannya
Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih pasutri idolaaaakk
BalasHapusGokil dah mereka berdua, beneran berhasil bikin dunia literasi makin bergairahhh!
Aku january lalu ke Jogja, lewat Sleman jugaaaaa, tapi kok lupaaaaaa kagak mampir ke sini dah huhuhu
JD tahu kalau pasangan Agus dan Kalis ada toko buku jugaaa. Nonton film nya pun belum sempet2. Baru disimpan dalam list Netflix ku aja.
BalasHapusMenariiik mba tempat buku nya. Akupun kalau udah DTG ke toko buku begini, pasti betah lama2. Cari buku dr penerbit indie. JD kangen Jogja deh
Romantis banget nih mas Agus dan mbak Kalis bikin toko buku hingga jadi modal nikah. Bahkan toko bukunya terus dipelihara sampe skrg. Bakal jadi kenangan terindah sepanjang hidup mereka tuh ya.
BalasHapusSeneng bgt pasangan gini punya kenangan bermakna, apalagi bermanfaat buat warga sekitar. Toko buku gini emg ga semua org suka. Bagi yg punya AKAL, tentu mereka akan mendatanganinya. Tentu buat cari ilmu dr semua dereta rak buku di sana.
Seneng banget lho mbak, bisa mampirin ke toko Akal Buku. Toko buku yang dibangun dengan misi mulia dari orang inspiratif. Iya, ya sayangnya nggak ketemu dua sejoli mas Agus dan Mbak Kalis nih, kalau ketemu bakalan tambah seru pastinya.
BalasHapusSalut, sama mbak penjaga toko buku yang ternyata suka baca. Jadi mudah jelasin buku-buku ke pengunjung ya.
Pecinta buku bakal senang banget datang ke akal buku karena bisa menemukan berbagai buku yang menarik untuk dibaca dan juga di koleksi. Book hopping gini seru sih, selain jalan jalan juga membuka wawasan ya
BalasHapusHealing paling seru menurut saya adalah mengunjungi toko buku. Keran biasanya ketika pulang membawa semangat baru, ya meskipun hanya belanja satu atau dua buah buku. Semoga niatnya untuk memiliki tokmo buku dan perpustakaan bisa segera tyerwujud ya, tidak apa-apa kok pelan-pelan nanti lama-lama akan menjadi besar. Sedikit berbagi pengalaman, kami 2012 silam juga begitu, mulai mencicil dari satu, dua buku kami wadahi kardus karena belum punya rak buku, Alhamdulillah sekarang koleksintya sudah ribuan, sudah ada raknya, dan itu membuat saya tambah bersemangat, baik untuk nambah koleksi maupun untuk menerbitkan buku sendiri.
BalasHapusAh senangnya berkunjung ke Akal Buku
BalasHapusNanti kalau ke Jogya, aku mau mampir sini juga ah
Kayaknya tempatnya nyaman dan seru
Ternyata ada ya toko buku yang banyak menjual buku indie. Manarik sekali ini. Jogja memang banyak toko-toko buku lucu dan gemas kaya gininya. Bagi pecinta buku, tentu saja ini hal yang wajib buat dicoba dikunjungi.
BalasHapusDuh paling senenh banget baca cerita tentang toko buku yang suasananya tuh homey banget seperti ini..jadi kerasa bukan sekedar tempat membeli buku ..
BalasHapusPasti ada aja rasa pingin berlama-lama sambil lihat-lihat koleksi yang tersedia. Kalau ke Yogya, tempat kaya ini rasanya menarik untuk masuk daftar itin.
Teman sebelah lagi bahas film yang diadaptasi dari pengalaman Agus Magelangan dan Kalis
BalasHapusBagus dan banyak insight buat kita sebagai penulis maupun blogger
Ternyata ini Mbak Dew malah bisa main ke samping rumahnya Agus dan Kalis langsung ya. Malah bisa belanja bukunya dari sana
Walaupun belum sempat ketemu Agus dan Kalis, semoga besok ada kesempatan ke Yogyakarta lagi dan ketemu pasangan fenomenal itu
Sepertinya aku pernah denger nama agus magelangan ini deh..klo gak salah kisahnya sudah difillm kan..aku pernah baca di salah satu blog juga tentang film tersebut...
BalasHapusJogja memang surganya perpus dan buku indie ya mbaa sepertinya dari sini nambah satu lagi rekomendasi perpus di jogja setelah banyak yang berseliweran di medsos :)
Sleman buanyaaakkk spot unique ya Mbaaa
BalasHapusMenyesall aku pas january lalu ke Jogja, dan kok yhaa ngga keidean buat cuss ke sini.
padahal pasutri Gus Mul dan Kalis nih aku follow bangetttt! Suka ama konten2 dan insight mereka.
Homeyyyyy banget yaaaa tempat iniii
Meskipun kecil tapi estetik yah toko bukunya, ternyata ada kisah menarik di balik toko buku itu juga, semoga cita - cita mbak untuk punya toko buku atau perpustakaan juga bisa aegera terwujud yaa...
BalasHapuswah tenyata ada novel Save The Cat! Writes a Novel dari Jessica Brody ya, jadi pengen beli juga buat belajar menulis nih.
Ngebayangin Akal Buku yang homey makin bikin mupeng pengin main ke sana juga. Apalagi dapet buku Save The Cat! sama karya Nawal El Saadawi, berasa dapet harta karun ya!
BalasHapusOia, aku aminkan paling kencang buat impianmu punya toko buku plus perpustakaan di Ungaran! Konsepnya keren banget, pasti nanti bakal jadi tempat ngumpul yang hangat buat pencinta literasi.
Aku juga masih punya mimpi yang erat kaitannya dengan buku. Aku pingin bikin cafe yang ada perpustakaannya sekaligus jualan buku baru juga.
BalasHapusMasih mengumpulkan modalnya dan mencari tempat yang pas sih.
Saya suka nam toko bukunya, Mbake Dewi. Unik tapi mudah diingat. Terus karen didirikan oleh memang pecinta buku, jadi toko bukunya menarik dengan koleksi yang lengkap. Saya suka jyga karena penjaganya seorang kutu buku. Jadi saat pengunjung bertanya seputar buku, dia akan menjelaskan dengan cepa, jelas dan lengkap
BalasHapuscuriga aku penjaga bukunya ngelamar kerja di situ biar bisa baca buku sekalian hihi. kayak aku waktu kuliah dulu bela-belain ngelamar kerja di rental komik biar bisa baca komik gratis.
BalasHapusAmiiin mbak Dedew. Insya Allah aku amiiinkan segala upayamu untuk membangun dan meningkatkan literasi di negeri kita ini. Entah itu toko buku yang kecil, atau mungkin perpustakaan yang gratis.. niscaya kalau sudah jadi, akan kuupayakan untuk berkunjung kesana :D
BalasHapusKalau lihat toko buku begini, akupun suka bayangin mau bikin yg sama. Tp bukan jadi toko, melainkan library pribadi.
BalasHapusLebih luas, lebih nyaman, lebih private. Bisa jadi tempatku utk menyendiri kalau sedang mood down.
Unik juga nama tokonya, Akal Buku. Jadi tahu owner-nya pasangan suami istri yg kisah cintanya dibuat film yaa 😄👍
Ternyata di sana nggak cuma bisa membeli buku tetapi juga diizinkan membaca buku yang terbuka sampul plastiknya yaa.
BalasHapusSeneng banget mbak bisa dolan ke tempat/ toko buku yang viral di sosmed hehe :D
Buku2nya kebanyakan dari penerbit indie ya? Makanya unik dan ada yang nggak bisa ditemukan di toko buku besar.
Jadi awal mula ada toko buku itu justru sebelum nikah yaa. Aku ;pikir awalnya tokonya baru.
Ah penasaran sama Save The Cat, secara aku suka kucing. Tapi keknya nggak mulu tentang kucing ya ini? Ada makna yang lebih dalam? Haha penasaran.
Aku menggemari karya-karya tulisan Mbak Kalis dan Mas Agus juga, jadi makin penasaran pengen ngerasain langsung vibes toko bukunya yang hangat dan koleksi buku indie-nya. Moga-moga kalau ada rezeki ke Yogya nanti bisa mampir ke Akal Buku.
BalasHapusKadang suka mikir, kalau penerbit indie gitu promosinya bukunya lewat apa (selain lewat medsos) dan gimana cara menemukannya?
BalasHapusTernyata di Akal Buku Yogya ini dapat kemudahannya. Cari buku indie dari penerbit apa aja jauh lebih mudah
Jadi inspirasi kita sebelum nikah punya aset dulu. Bahkan aset ini bisa tetap bermanfaat setelah menikah. Smg usaha mas Agus dan mbak Kalis ini bs mencerdaskan serta meningkatkan literasi masyarakat sekitar ya kak.
BalasHapusSeneng bgt ada pasangan bikin toko buku atau ruang baca yang unik ini. Ntr kalo ke Sleman, mampir ahhh ke ruang baca Akal milik pasangan legendaris di dunia literasi ini.
Rihlah ke toko buku itu memang bisa meningkatkan mood ya, bukan sekadar melepas penat tapi kadang juga mendapatkan inspirasi baru. Semoga impiannya bisa segera terwujud, perpustakaan impiannya bisa segera terealisasi, aamien
BalasHapusAku tuh suka banget sama toko buku kecil yang suasananya homey seperti Akal Buku ini. Apalagi koleksinya banyak dari penerbit indie dan ada buku-buku yang mungkin justru susah ditemukan di toko buku besar. Walaupun tokonya mungil, kelihatannya malah bikin pengalaman memilih buku jadi lebih intim dan santai. Aku juga senang dengan konsep buku yang sudah dibuka plastiknya boleh dibaca di tempat. Kalau ke Yogya, tempat seperti ini tuh yang bikin pengin mampir lama-lama, meskipun ujung-ujungnya harus menahan diri supaya nggak kalap beli buku. 😄
BalasHapusWah ternyata toko Akal buku ini pemiliknya mas Agus dan mbak Kalis to, beneran ya kisah nyata itu film SeninMemahami Kekasih. Toko buku ini kan cita-cita mereka berdua. Menyenangkan sekali bisa berkunjung ke sana
BalasHapusSemoga bisa mampir ke toko bukunya pas berkunjung ke Jogja
Happy banget bisa explore Akal Buku milik suami istri panutan Mbak Kalis dan Mas Agus. Sayangnya nggak ketemu mereka berdua ya, kalau ketemu makin berkesan.
BalasHapusMeski tidak terlalu luas, tetapi sangat apik dan nyaman nih toko buku. Apalagi koleksi buku yang dijual pun bagus-bagus. Alhamdulillah staf nya super yaa hospitality nya. Beneran bikin tamu atau pengunjung merasa disambut dan dilayani sebaik mungkin. Next aku mesti mampir juga nih.
Seru banget kalau bisa jalan jalan dengan teman sepermainan seperti ini
BalasHapusMemang sangat Homey ya Akal Buku ini. Aku termasuk ngefans sama pasangan Agus dan Kalis ini
Yogja kayanya terkenal dengan banyaknya toko buku kecil-kecil kaya gini ya. Sering baca di blog orang. Kayanya di kota lain nggak banyak.
BalasHapusToko buku akal ini walaupun kecil tetap nyaman. Koleksinya juga nggak pasaran kalau dari artikel ini. Menarik sih.
Iyayaah.. jadi pingin punya tempat baca buku atau toko buku yang mungil dengan suasana hangat dan vibes kekinian. Biar pendatang semakin betah baca.. bukan hanya gen milenial, tapi juga gen z dan gen alpha yang hobi berburu konten.
BalasHapusRasanya jadi makin cakep karena baca buku.
Btw, aku jadi pingin tilik baby-nya ka Manda..
MashaAllah.. so exciteedd liat konten Manda di wa story mengenai kesehariannya..