Kelas Penulis Cilik Edisi Liburan Ruang Aksara

Halo Kawan Aksara,

Akhir Desember lalu (21/12), Ruang Aksara mengadakan kelas Penulis Cilik edisi Liburan bertajuk Bersenang-senang Lewat Tulisan. Acaranya diadakan di Bento Kopi Tembalang di Semarang. Kelas menulis luring ini diadakan untuk mengisi waktu anak-anak saat liburan sekolah. Biar ada kegiatan dan bisa bersenang-senang belajar hal baru ya! Seperti judul kelasnya Tuliskan Imajinasimu, para peserta diajak untuk berimajinasi lewat tulisan. Bagaimana caranya? Simak artikel ini ya! 

Kelas Penulis Cilik Edisi Liburan Ruang Aksara

Alhamdulillah, Kelas Penulis Cilik ini bisa terselenggara di hari Minggu ceria. Ada 10 orang teman-teman kita yang berasal dari berbagai SD dan SMP di Kota Semarang dan Ungaran. Senangnya, jadi bisa berkenalan dengan teman-teman baru ya dari sekolah lain! 

Materi Kelas Penulis Cilik ini dibawakan oleh Bu Dedew, seorang penulis yang tinggal di Ungaran. Selain menulis buku anak dan rutin mengisi blog www.ruangaksaraku.com, Bu Dedew juga mengajar di Ekstra Penulis Cilik di SD. Hj. Isriati Moenadi Ungaran sejak 2017. Bu Dedew mendirikan Kelas Menulis Ruang Aksara untuk berbagi ilmu seputar penulisan baik secara daring dan luring.

Kelas Penulis Cilik Edisi Liburan Ruang Aksara

Kelas Penulis Cilik Edisi Liburan Ruang Aksara

Sebelum memulai materi, Bu Dedew membaca sebuah buku cerita yang seru banget. Judulnya Niabal Sang Pemintal karya Wikan Satriati. Ceritanya tentang seorang pemintal kecil bernama Niabai yang diculik raksasa. Ia meninggalkan benangnya sepanjang jalan agar kakak-kakaknya bisa menemukannya lagi. 

Setelah membacakan cerita, Bu Dedew mengajak peserta berdiskusi tentang tema bukunya, tokoh dan karakter siapa saja dalam buku, serta plot, setting, dan unsur-unsur dalam cerita. 

Setelah itu, anak-anak antusias untuk berpartisipasi dalam game Isi Nampanmu. Bu Dedew sudah membawa banyak pernak-pernik di atas nampan untuk games seru ini. 

Kelas Penulis Cilik Edisi Liburan Ruang Aksara

Jadi, permainannya mudah kok. Bu Dedew meletakkan nampan atau tampah berisi 25 jenis barang kecil di atas meja. Diantaranya ada dadu, pembatas buku, action figure, notes kecil, dan banyak lagi barang lainnya. Bu Dedew memperlihatkan isi nampan selama dua menit.

Nah, tugas para peserta adalah berusaha mengingat nama benda apa saja yang ada di atas nampan sebanyak-banyaknya. Setelah dua menit, nampan pun ditutup. Sekarang, peserta harus menuliskan sebanyak mungkin nama benda tadi. Siapa yang menulis nama barang paling banyak dialah juaranya! Horee! 

Setelah itu, Bu Dedew membagikan materi tentang Mencari Ide. Anak-anak bahkan orang dewasa yang ingin menulis sering kesulitan mendapatkan ide. Padahal, ide bisa didapatkan dari mana saja lho! Dari obrolan dengan teman-teman, dari kejadian yang kita atau teman kita alami di sekolah, film atau berita yang kita tonton, atau dari buku yang kita baca. Bahkan, khayalan, lamunan bahkan mimpi kita pun bisa jadi tulisan lho! 

Ada lho, Mary Shelley penulis novel Frankenstein yang mendapatkan idenya dari mimpi yang alami saat tidur. Hebat ya, berawal dari mimpi jadi novel yang terkenal seantero dunia. 

Kelas Penulis Cilik Edisi Liburan Ruang Aksara

Untuk itu, Bu Dedew mengajak anak-anak untuk menulis bebas. Bu Dedew membawa sebuah buku ide karya Bu Reda Gaudiamo judulnya Buku untuk Ceritamu. Isinya berbagai ide ajaib untuk ditulis jadi cerota. Nah, para peserta boleh memilih salah satu ide dari buku itu. Ada yang menulis tentang apa saja yang akan ia lakukan andaikan punya sayap! Wow. 

Setelah itu, Bu Dedew mengajak para peserta bermain Cerita Berantai. Cara mainnya mudah kok. Para peserta diajak untuk duduk membentuk lingkaran. Setelah itu, Bu Dedew akan bercerita satu kalimat. Misalnya, suatu hari Titik dan sahabatnya Antik pergi ke kebun binatang. 

Nah, tugas peserta untuk bergantian melanjutkan cerita Bu Dedew sebanyak satu kalimat. Lanjutan ceritanya bebas sesuai imajinasi kalian! Jadinya, tak heran kalau ceritanya bisa melenceng dari cerita perjalanan ke cerita horor bahkan cerita tragis karena tokohnya kejeblos got dan ketemu hantu sundel bolong! Hahaha. 

Dari permainan Cerita Berantai ini, kita jadi tahu kalau mencari ide menulis itu tak sulit, bukan? Apalagi, jika dilakukan bersama teman-teman. Dari satu kalimat, bisa jadi satu naskah cerita yang bisa kalian tulis di buku tulis dan rapikan lagi biar jadi cerita yang enak dibaca! 

Ada yang kesulitan menuliskan idenya? 

Ide sih banyak banget. Mulai dari cerita superhero yang kekuatannya bisa manjat pohon apa saja hingga cerita persahabatan dua anak yang berbeda sifat dan penampilan. Nah, kalau kalian kesulitan menuliskan ide atau mengawali cerita kalian Bu Dedew memberikan cara jitu.

Ceritakan keras-keras karangan kalian secara langsung pada adik kakak, orangtua atau teman-teman. Nah, sambil bercerita kalian bisa rekam suara kalian di ponsel atau alat perekam. Setelah itu, putar ulang rekaman tadi dan tulis ulang cerita kalian! Seru, kan?

Ya, pada dasarnya menulis itu adalah bercerita tapi lewat tulisan. Jadi, kalau kalian kesulitan memulai untuk menuliskan cerita ya boleh banget pakai cara Bu Dedew tadi. Cerita langsung dan rekam! 

Penulis novel legendaris Barbara Cartland yang telah menulis ratusan novel romantis ternyata menulis ceritanya menggunakan cara ini lho. Ia merekam ceritanya di dictaphone, lalu sekretarisnya menuliskan ceritanya di atas kertas. Kadang, ia bercerita sambil berbaring lalu sekretarisnya langsung menuliskan naskah beliau. Wow, keren!

Setelah itu, para peserta diajak untuk menulis pengalaman yang berkesan di tahun 2025. Pas banget kan dengan momen akhir tahun! Wah, ternyata pengalaman para peserta Kelas Penulis Cilik beragam lho! Ada yang menuliskan pengalamannya ikut lomba untuk pertama kalinya. Ada yang cerita tentang liburan ke Jakarta. Ada juga yang bercerita tentang betapa senangnya neneknya datang ke Semarang karena bawa oleh-oleh! 

Setelah itu, Bu Dedew mengumumkan dua penulis cerita yang terpilih mendapatkan hadiah buku seru. Alhamdulillah, tak terasa acara pun selesai. Setelah foto bersama dan makan camilan bareng akhirnya kelas ini berakhir. 

Terima kasih untuk para peserta, juga para Papa dan Mama yang sudah mendaftarkan putra-putrinya di acara ini. Mohon maaf jika banyak kekurangan ya terutama soal jadwal yang mundur sehari. Terima kasih juga untuk Aldebaran dan Rahmi Aziza yang sudah mendukung kelancaran acara ini. Kita jumpa lagi di Kelas Penulis Cilik edisi Liburan berikutnya ya! Semangat menulis ya!

Posting Komentar

0 Komentar