Tips Mudah Mengedit Naskahmu

 Halo Kawan, 

Apa kabar? Semoga Senin kalian selalu semangat ya! Kali ini, aku ingin berbagi tips mudah mengedit naskah.

Horee, artikelku sudah selesai ditulis! Selamat!  Tapi, jangan senang dulu! Hehe.

Kamu harus melakukan satu hal lagi, yaitu mengedit karya atau swasunting.

Tips mudah mengedit naskahmu

Ya, Bagian penting penulisan naskah adalah pengeditan tanda baca. Ceritamu tidak boleh 'kotor'

Rapikanlah karyamu dari segala kesalahan tanda baca dan ejaan. Setelah ditulis, simpan naskahmu sejenak. 

Lakukan swasunting dua atau tiga hari setelah naskah selesai. Apa aja langkahnya? Yuk, kita bahas bersama! 


Baca Juga: Kelas Cerita Anak November 2020


1. Biasakan selesai menulis, baca ulang lagi naskahmu lalu cek apakah topiknya, argumennya sudah sesuai. Jika naskah artikel di blog, silakan posting. 


2. Setelah selesai menulis, tinggalkan tulisanmu selama 2-3 hari. Setelah itu, ambil dan baca kembali naskahmu. Biasanya, kita akan bisa menemukan kekeliruan atau hal yang bisa diperbaiki dari naskah kita. Perbaiki, ya. 


3. Tidak perlu ragu membuang bagian tulisan yang kita rasa tidak relevan dengan topik atau bertele-tele. Memang sayang sih, tapi tulisan akan lebih bagus dan tuntut setelah kita buang bagian tak penting. 


4. Perbaiki ejaan. Perhatikan apakah ejaan kita sudah benar atau belum? Perbaiki salah ketik, cek ejaan, dan lainnya. Jika ragu dengan cara menulis kata yang benar, silakan cek di KBBI, ya.


5. Perbaiki kalimat dan paragraf

Apakah kalimat dalam paragraf sudah enak dibaca atau masih kepanjangan dan membuat pembaca terengah-engah ketika membaca artikelmu? 


6. Baca keras-keras naskahmu untuk mengetahui apakah tulisanmu sudah enak dibaca, sudah mengalir ataukah ada kalimat yang janggal. 


7. Kamu bisa minta tolong orang lain untuk membaca naskahmu dan meminta masukan dan kritik. Siapa tahu, masukan mereka bisa meningkatkan kualitas naskahmu. Tapi, jangan baper ya jika dikritik. Anggap saran mereka itu untuk perbaikan kualitas tulisanmu.


8. Selalu ikuti aturan dan ketentuan saat menulis naskah ya. Misalnya, kamu akan mengikuti lomba menulis cerpen. Saat mengedit, jangan lupa cek apa saja syarat dan ketentuan teknis lomba. Jangan sampai ada yang terlewat. Seperti ketentuan jumlah halaman, tema lomba dan lainnya. Sayangkan kalau gagal karena hal teknis? 


Semoga menjadi tahu!


Salam sayang,


Dewi 'Dedew' Rieka





Komentar

  1. mbak untuk tulisan blog apa setelah kita push button publish 2-3 hari lagi kita lakukan swasunting? ato swasunting ini hanya untuk cerpen?
    salam,
    https://lfitriany.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau blog biasanya setelah kita edit, kita posting..tapi bisa kok setelah publish, ditengok beberapa hari kemudian terus diedit lagi...

      Hapus
  2. Mba dewi, makasih tips nya, sepertinya aku memang masih harus selalu melakukan swasunting ni.

    BalasHapus
  3. Itu...aku banget Mbak, setelah diendapkan baca lagi ternyata banyak kata2 yang kurang pas, salah ketik atau malah keluar dari tema semula.

    Terima kasih udah diingatkan Mbak Dew, semoga ke depan makin teliti diriku ini...
    Sungkem....

    BalasHapus
  4. Ini berlaku banget sih buat saya, terkadang ngerasa sayang karena jadi banyak kalimat yang dibuang, tapi ya daripada out of topic mendingan dirampingkan lagi isinya ya mbak 😅, terima kasih tips nya mbak dew

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kadang sayang ya buang kalimat atau paragraf, sudah capek nulis tapi lebih bagus lho biar artikel/tulisan kita lebih rapi, ramping dan lebih mudah dimengerti pembaca

      Hapus
  5. Mbak Dedew, aku masih suka malas untuk membaca tulisanku lagi😅 tapi tulisan Mbak menyentil aku sih supaya aku swasunting. Karena ternyata penting yaaa. Terimakasih Mbak telah berbagi!

    BalasHapus
  6. betul banget Mbak Dew, kalau nyunting pada saat nulis kadang aku tidak menemukan kesalahan. 2-3 hari adalah waktu yang cukup untuk mereview tulisan kita..

    BalasHapus
  7. Bener, sebelum publish diemin dulu dua hari. Terus dua hari kemudian dibaca pasti banyak miss nya huhu

    BalasHapus
  8. Mba Dewi, bermanfaat sekali tipsnya, padahal paling males kalau edit naskah heheheh

    BalasHapus
  9. Tipsnya oke bgt nih. Kalo aq palingan baca ulang sebelum publish. Abis itu ya udah, bye bye 😅

    Nah, swasunting ini berlakukah utk postingan lama kita mba? Misal artikel setahun lalu yg sudah tidak relevan dg saat ini. Atau baiknya bikin tulisan baru dg tema yg sama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau postingan lama, bisa kita dandani lagi lho. Apalagi kalau pembacanya masih banyak. Bisa kita apdet artikelnya misalnya harga tiket wisata, harga produk, nah pasti sudah berubah tuh, bisa diperbarui. Kalau nggak bisa survei langsung, bisa intip Google untuk cari info terbaru untuk ditambahkan ke artikel kita ya

      Hapus
  10. Terima kasih tipsnya mbak! biasanya aku kelupaan ngedit, jadi masih banyak yang typo..heheh..

    BalasHapus
  11. Dalam proses swasunting hanya diendapkan dalam sehari bisakah? Kebiasaan saya kalau kelamaan bisa berubah haluan

    BalasHapus
  12. Masih banyak yang harus dibenahi 🤭 makasih teh atas pembelajarannya

    BalasHapus
  13. Terima kasih ilmunya, Dedew 💕

    BalasHapus
  14. Saya biasanya habis menulis langsung lakukan swasunting..maksud hati tulisan segera selesai..setelah yakin banget, sudah publish, saya baca lagi eeeeeehhh masih ada yang belum beneeer🤭😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya, menghadapi tulisan sendiri itu kudu tega ya, pangkas sana-sini kalau dirasa masih kurang sreg

      Hapus
  15. Ini nih, bagian penting yang sering terlewat. Karena terlalu PD dengan tulisan.
    Terimakasih sudah diingatkan Ruang Aksaraku ❤️

    BalasHapus
  16. Klo saya suka gak pede swasunting mba, lebih suka org lain yg kasih komentar trus sy edit. Itu gimana ya, supaya kita bisa lebih pede untuk swasunting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga apa-apa Mbak, malah seru kalau ada yang kasih masukan. Iya, memang harus dibiasakan swasunting sih biar kita jadi ngeh kalau ada yang kurang dari naskah kita

      Hapus
  17. Yg belum dilakukan "baca keras-keras naskahmu", Mbak hehe... ^^

    BalasHapus
  18. makasi mbak dew tipsnya, swsunting adalah jalan ninjaku karena emang kerjaannya ngedit naskah :D

    BalasHapus
  19. Sering berniat mengendapkan tulisan, Mbak Dedew. Tapi berujung curam, bener2 hanya jadi endapan. Cuma tersimpan dalam draft. Terima kasih untuk tipsnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha jangan dong...harus langsung diedit terus posting deh

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Modal Utama Menulis dari Naning Pranoto