6 Tips Menulis Cerita Anak Yang Seru

Halo Kawan,

Semoga masih tetap semangat beraktivitas ya. Kali ini, aku ingin membagikan tips menulis cerita anak yang seru untuk kalian. Menulis cerita anak itu gampang-gampang susah. Kita ingin menulis cerita yang menghibur sekaligus pesannya sampai ke pembaca cilik.

6 Tips Menulis Cerita Anak Yang Seru
6 Tips Menulis Cerita Anak Yang Seru

Tapi, terkadang karena kita fokus pada pesan moral dalam cerita jadi lupa bahwa cerita itu harus menghibur dan membuat anak senang! Apa saja tips menulis cerita anak yang menyenangkan? Kita bahas bersama-sama, yuk!


1. Fokus pada satu topik


Cerita anak biasanya hanya sepanjang maksimal tiga halaman. Untuk itu, fokuslah pada satu topik.


Jangan tergoda untuk menulis ngalor-ngidul saat pembuka cerita karena membuat isi cerita semakin singkat.


Baca Juga: Tips Menulis Dongeng


Jika ingin menulis cerita tentang anak yang ingin jadi Youtuber, fokus. Jangan tambahi topik lain misalnya anak itu juga ingin jadi blogger dan membuat pembaca bingung. Sebenarnya, penulis ingin bercerita tentang apa sih?


2. Buat karakter yang unik


Cerita anak tak melulu bergantung pada tema yang baru dan seru. Ceritamu juga bisa jadi menarik karena tokohnya yang kita bikin unik, lho. Coba deh lihat sekelilingmu, banyak orang bisa kita jadikan tokoh cerita yang menarik. 


Misalnya, teman kita yang suka sekali menirukan tarian grup penyanyi K-Pop Blackpink. Ia jadi suka joget-joget tanpa sadar saat dengar lagu kesukaannya diputar. Nah, kita bisa tuh bikin cerita tentang dia yang mendadak joget di kelas karena dengar ringtone Bu guru ternyata lagu Blackpink! Hehe.


3. Jangan menggurui


Cerita anak yang menarik sebaiknya mampu menginspirasi pembaca kita. Misalnya, ia jadi rajin belajar setelah baca cerita kita.


Tapi, penulis jangan jadi penceramah yang menggurui pembaca cilik. Kita harus bla, bla, membosankan! Biarkan pembaca membuat kesimpulan sendiri. 


Anak-anak cerdas. Hindari menulis akhir cerita dengan: hikmah dari cerita ini adalah bla..bla. Biarkan pembaca cilik menikmati cerita kita dan mengambil hikmah darinya.


6 Tips Menulis Cerita Anak Yang Seru
Cerita anak harus menghibur 

4. Jangan terlalu banyak tokoh


Rahasia menulis cerita anak, jangan menggunakan terlalu banyak tokoh. Cukup satu atau dua karakter tokoh, ya. Agar pembaca tidak bingung dan kehabisan halaman hanya untuk menceritakan tokohnya.


Baca Juga: Blogging With Heart


Jika kamu jatuh cinta pada karakter unik yang kamu buat dalam satu cerpen dan sayang untuk dibuang buatlah satu cerita lain khusus untuknya.



5. Eksplorasi tema unik dan segar


Tak ada ide baru di muka bumi. Tapi, kita bisa menulis ide yang tak biasa. Kita bisa membuka-buka buku ensiklopedia tentang keunikan binatang dan menjadikannya cerita. Misalnya, fakta kalau kecoa tak bisa berbuat apapun jika badannya terbalik. Nah, fakta ini bisa kita olah jadi cerita menarik. Jadi, kita tak hanya menghibur tapi juga memberi anak pengetahuan baru. 


6. Bahasa menganak



Saat menulis cerita anak, jadilah tokoh anak yang ceritanya sedang kalian tulis. Jika tokoh kita usianya 10 tahun, maka segala ucapan dan tingkah-lakunya ya menunjukkan usianya. Jangan biarkan tokoh kita yang berusia 10 tahun ini bercakap-cakap seperti ibu-ibu yang menasehati anaknya. Hehe. Ini yang berbicara si tokoh atau penulisnya? Tulislah cerita dengan bahasa menganak. Seperti mengobrol dengan anak-anak.


Nah, bagaimana, tips di atas? Semoga membantu kalian dalam menulis cerita untuk anak. Wow, Kalian sudah punya ide menulis cerita anak? Yuk, mulai menulis sekarang juga! Selamat bersenang-senang menulis cerita anak ya!


Foto: Rahmi Aziza



Komentar

  1. Aku belum pernah nulis cerita anak, soalnya yang paling susah ya itu bikin anak tertarik dengan tulisan yang ringan.

    BalasHapus
  2. Menulis cerita anak tanpa saya sadari adalah perjuangan saya seumur hidup, setidaknya sampai hari ini. :))

    BalasHapus
  3. Waah pengen coba bikin cerita anak deh.

    BalasHapus
  4. Bahasa yang disukai anak2 ini yang agak sulit karena terbiasa baca buku dan bicara dalam bahasa orang dewasa. Tapi tetap harus latihan ya. Biar buku anak banyak yang nulis dan kualitasnya bagus. Biar anak2 punya banyak pilihan baik.

    BalasHapus
  5. Bahasa menganak, waahh itu yang perlu banyak diasah. Makasih sharingnya, Mba. One day ingin menulis cerita anak ^_^

    BalasHapus
  6. nomor 2 yg belum kepikiran. yg lain kepikiran, tapi gak nulis2, wkwk! sami mawon, gak rampung2

    BalasHapus
  7. Fokus pada satu topik ๐Ÿ˜„ harus dicatat besar2 nih, aku masih sering tergoda membahas banyak hal dalam satu cerita (terutama jenis cerpen). Thank you Dedew

    BalasHapus
  8. novel dewasa aja aku susah bgt kelarnya ๐Ÿ˜‚ jd blm kepikiran buat cerita anak...buat aku lbh sulit krn kita hrs bener2 paham caranya biar mudah dimengerti

    BalasHapus
  9. Dari tips ini kayaknya seru juga ya bikin cerita anak, walaupun belum kepikiran sama sekali kesana๐Ÿ˜‚ Terimakasih tipsnya Mbak Dedew!

    BalasHapus
  10. Suka poin no 4, jangan banyak tokoh. Yap. Sebagai ortu aku kadang suka kesulitan kalau mbacain si kecil buku yg terlalu banyak tokoh. Krn si kecil msh berusaha belajar mengingat latar cerita dan tokoh yg ada di dalan buku tsb

    BalasHapus
  11. Wah seru juga ya kayaknya bikin cerita anak, tapi ya itu tadi, takut bahasa saya terlalu menggurui, secara selama ini jarang banget bikin fiksi, jadi bahasa saya suka terlalu kaku untuk difiksikan, hihi

    BalasHapus
  12. setiap membaca tulisan Mbak Dewi dapat tambahan ilmu baru, terima kasid Mbak Dew..
    Kali ini tentang tips menulis cerita anak yang tak semua orang punya kemampuan yang pas buat anak-anak..
    Terima kasih , salam sukses selalu buat Ruang Aksara..

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah, tambah ilmu lagi. Thanks, Mbak Dew

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Post

Life as Divorcee, Buku Solo Pertama Beauty Blogger Virly K.A

GPC Talk: Tips & Trik Menang Lomba GLN Kemdikbud dari Iwok Abqary

7 Rahasia Menulis Buku Biografi Yang Enak Dibaca dari Alberthiene Endah