Buku Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna Karya Najeela Shihab

"Percayalah, bahagia dan ibu bekerja adalah kata yang sejalan maknanya. Menjadi ibu dan terus berkarya adalah dua peran yang kita pilih untuk saling melengkapi, bukan saling menegasi." 

(Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna, hlm. 65)

Buku Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna karya Najeela Shihab

Halo Kawan, aku ingin mengulas buku yang berisi tulisan-tulisan pendek penuh makna karya Najeela Shihab berjudul Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna. Buku ini membahas berbagai topik cinta dalam arti luas. 

Dalam kata pengantar buku ini, penulis menuturkan bahwa menjaga diri, saling mengapresiasi, dan menjaga semesta begitu banyak kewajiban perempuan sejak hari pertamanya di bumi ini tapi  menulis dan membaca seharusnya menjadi menu harian tak terlewatkan di segala usia.

Menurutnya, Menulis membuat banyak hal yang semula  susah diraba menjadi hal nyata, membaca bisa menjadi jendela ke petualangan menegangkan yang terjadi di luar lingkaran kita, sekaligus jadi goa nyaman untuk berlindung bagi jiwa. Betapa pentingnya aktivitas membaca dan menulis ini untuk para perempuan, ya!

Kalian mungkin sudah familiar dengan Najeela Shihab yang sepak terjangnya di dunia pendidikan Indonesia sudah cukup dikenal. Saudara kandung presenter ternama Najwa Shihab ini, juga putri dari ulama tersohor Quraish Shihab.


Ia menggagas Sekolah Cikal pada 1999. Prinsipnya, belajar harus menyenangkan dan bermakna. Prinsip inilah yang selalu ia pegang teguh saat mengembangkan berbagai idenya di dunia pendidikan. Perempuan beranak tiga ini juga telah menulis beberapa buku inspiratif seputar dunia pendidikan diantaranya Semua Murid Semua Guru.


Aku sempat mengikuti kelas Zoom Mbak Najeela ini saat ia bercerita tentang platform belajar online yang menyenangkan Sekolahmu. aku semakin kagum dengan kecerdasan dan semangat perempuan kelahiran 11 September 1976.


Menurutnya, orang tua tak boleh hanya melarang tapi harus ada alasan jelas dan alternatif penggantinya. Misalnya nih, anak jangan hanya dilarang menggunakan ponsel tapi harus dicarikan kegiatan menarik penggantinya misalnya olahraga dan bermain bersama keluarga.


Buku karya Najeela Shihab ini membuka wawasan pemikiran pembaca terhadap berbagai hal yang terjadi di sekitar kita.


Diantaranya, dalam tulisan berjudul Perempuan vs Perempuan, dituturkan bahwa ada studi yang menunjukkan bahwa perempuan cenderung saling menjatuhkan, bukan menguatkan. Karena pola asuh dan pola pikir sejak kecil, kita terbiasa melihat perundungan.


Buku Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna karya Najeela Shihab
Najeela Shihab penulis buku (Foto: Pesona)

Bukannya memilih menunjukkan empati, memperbanyak kebaikan hati, dan menjadi murah hati, kita malah suka merundung perempuan lain. Terutama secara verbal.


Najeela mengajak kita untuk mendukung sesama perempuan, memuji teman, menyemangati anak, menjadi mentor di kantor dll. Putuskan rantai perundungan.


Dalam tulisan Sendirian Namun Tidak Kesepian, Najeela menyoroti bagaimana pandangan masyarakat terhadap perempuan yang belum menikah di usia matang, menganggap mereka orang yang menyedihkan, menganggap ibu tunggal orang yang tidak bahagia dan utuh.


Konsep berpasangan sangat dielukan dalam kehidupan sosial di Indonesia padahal tidak semua orang memiliki kondisi ideal seperti itu. Ada yang lajang, adapula yang menjadi ibu tunggal. Tak hanya pasangan yang bisa bahagia, Sendirian pun bisa bahagia dan sukses, serta mampu menjalani kehidupan dengan puas.


Dalam tulisan Ibu Bergengsi Tapi Depresi menyorot fenomena ibu-ibu yang hidup berkecukupan dan mapan tapi mengalami depresi dan dihujat publik dengan kata-kata kurang bersyukur.


Padahal, bagaimana pun keadaan ekonomi dan pendidikan serta latar belakang seseorang, ia bisa mengalami depresi. Contohnya, Nia Ramadhani yang hidupnya serba ada tapi akhirnya mengonsumsi narkoba. Dalam wawancaranya dengan wartawan di suatu media, Ia merasa dikutuk jadi Nia karena orang-orang menganggap ia tak boleh bersedih. Padahal, ia hanyalah manusia biasa yang bisa sedih dan takut.


Penulis mengajak para ibu yang mengalami depresi untuk mencari pertolongan, terbuka dengan apa yang ia rasakan. Jika kita tahu teman yang mengalami, saatnya membantu, menolongnya dan memberi dukungan dengan tulus.


Di artikel Mama Pahlawan Super Dunia, penulis menceritakan bagaimana dekatnya hubungannya dengan sang Mama. Bagaimana hubungan anak dengan ibunya dan pola asuh orang tua akan mempengaruhi kehidupan anak saat dewasa. Salah satu hal yang diajarkan mamanya adalah saat mengalami hal sulit adalah silaturahmi, tunjukkan perhatian dengan kehadiran apalagi saat teman mengalami kesusahan.


Topik lain yang diangkat dalam buku ini pun sangat relate dengan kehidupan kita sebagai perempuan, ibu, anak dan istri, multi peran. Hal seperti dilema ibu bekerja, stigma perempuan jangan kepinteran, bagaimana menjadi bahagia, dan topik lainnya. Buku ini berisi 17 tulisan pendek serta puisi-puisi dan quote tentang Cinta yang bisa membuka wawasan dan pemikiran kita sebagai pembaca. Yuk, baca buku bergizi ini.


Judul: Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna


Penulis: Najeela Shihab


Editor: Siti Nur Andini


Desainer: Joneta Witabora


Ilustrator: Dita W. Yolashasanti


Cetakan kedua, September 2020


Penerbit Literati, Imprint dari Penerbit Lentera Hati

Posting Komentar

11 Komentar

  1. Masuk wishlist nih bukunya. Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna, antreannya panjang banget di iPusnas. Makasih review-nya Dew

    BalasHapus
  2. nice post mba dedew.... mba saya ingin memdapatkan bukunya cari di mana kah?... kalau baca dari ulasan mba dedew sepertinya saya perlu membaca buku ini sebagai tambahan wawasan dan inspirasi tentang pembelajaran perempuan, bidang yang saya geluti saat ini. thx mba

    BalasHapus
  3. Rupanya saling merundung di antara sesama perempuan ini sudah lagu lama akibat dari proses pengasuhan yang panjang ya Mba. Jadi pengen lirik lirik juga deh isi bukunya.

    BalasHapus
  4. aku udah baca buku ini juga, kak dan memang baguuss.. sangat relate dengan keseharian kita sebagai perempuan yang multi peran. suka sekali dengan pesan2 pada buku dan berbagai sudut pandang yang baru

    BalasHapus
  5. Buku yang patut dimiliki dan dibaca nih :) Temanya berkaitan erat dengan perempuan dan cinta. Manusia memang ga akan ada yang sempurna. Masyarakat banyak menilai orang lain terutama public figure yang serba berkecukupan mesti kelihatan happy terus ga boleh sedih, padahal manusiawi kan kalau hati sedang galau :(

    BalasHapus
  6. Baru baca ulasannya saja aku sudah merasa tersemangati dan terkuatkan, apalagi kalau baca bukunya secara keseluruhan. Iyaaaa. Perempuan cenderung menjatuhkan sesama perempuan itu valid adanya. Sedddiiih.

    BalasHapus
  7. Kakak beradik tapi sangat menginspirasi ya kak. Masya Allah. Keren sekali.

    BalasHapus
  8. Aku juga kagum sama kakaknya Najwa Shihab ini. Sekolah Cikalnya beneran bikin mupeng. Jadi pengen baca buku ini juga. Makasih infonya Mbak Dedew.

    BalasHapus
  9. pengen baca bukunya mbak, aku kagum sama mbak Najeela shihab ini, founder cikal emang keren banget pemikirannya untuk pendidikan anak di Indonesia.

    BalasHapus
  10. Banyak karya beliau cukup memberikan inspirasi saat ini, aku lebih penasaran buku-bukunya. Tapi aku lebih sering baca buku-buku dari Abinya yankin bapak Quraish shihab

    BalasHapus
  11. Kalau tidak salah penulis buku ini adalah seorang guru juga. keren sih. soon akan segera baca. nice review mba

    BalasHapus