Halo Kawan, Siapa yang tidak mengenal Alberthiene Endah? Mantan jurnalis yang merambah jadi penulis novel dan kini tersohor di Indonesia sebagai penulis biografi. Hingga kini, Mbak Alberthiene Endah yang akrab disapa AE sudah menulis 50 an buku biografi sejak tahun 2003. Beberapa buku biografinya sudah difilmkan diantaranya buku Merry Riana dan Athirah, serta Chrisye.

Rahasia Menulis Buku Biografi Yang Enak Dibaca dari Alberthiene Endah
Alberthiene Endah Penulis Biografi Produktif (Foto: Femina)

AE mengawali karir penulisan biografinya dengan menuliskan kisah Diva Krisdayanti meraih impiannya jadi penyanyi tersohor dalam buku Seribu Satu KD yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama tahun 2003.

Buku biografi pertamanya ini langsung hits dan saat peluncuran bahkan sudah dicetak ulang. Setelah itu, karirnya melesat dan menulis minimal empat buku biografi setiap tahun. Walaupun ia belum lama menjadi penulis biografi, kemampuannya sebagai penulis telah ditempa selama 10 tahun sebagai jurnalis. Menulis biografi bagi AE sudah  seperti bernafas, otomatis.

Ya, Sebelum terjun menjadi penulis biografi, AE telah lebih dulu jadi jurnalis, penulis skrip film dan novelis. Sebagai jurnalis, ia harus tepat waktu dan akurat, sebagai penulis skrip ia harus menulis dengan detail dan sebagai novelis ia terbiasa menulis dengan bahasa indah. 

Ketiga skill tadi mendukung AE dalam menulis kisah nyata seseorang dengan alur cerita yang bisa dinikmati. Karena biasanya buku biografi identik dengan buku yang membosankan. Sering kita lihat, buku biografi dibagikan saat acara ulang tahun atau kampanye sang tokoh tapi tidak dibaca, istilahnya hanya menjadi pengganjal rak buku karena dianggap buku biografi tidak enak dibaca. 

Baca Juga: Tips Menulis Dee Lestari

Buku Biografi Harus Enak Dibaca

Kelemahan penulisan buku biografi adalah kebanyakan hanya menulis curicullum vitae yang dipanjangkan ditaruh dalam buku. Bukunya tidak memperhatikan perasaan pembaca, tidak diramu dengan bahasa yang enak dibaca. Bahkan, banyak buku biografi yang  terlalu resmi gaya bahasanya dan melupakan fakta bahwa buku harus nikmat dibaca. Kita harus tahu bahwa menjadi penulis biografi, lebih dalam dari sekadar menulis kisah hidup seseorang. 

Panutan AE dalam menulis buku biografi adalah penulis Andrew Morton dari Inggris. Menurutnya, Andrew bisa menulis buku biografi seperti novel yang enak dibaca. Beberapa selebriti yang ditulis Andrew adalah Puteri Diana dan Tom Cruise. Andrew mampu menulis biografi yang enak dibaca, santai, personal, dan hasilnya penjualan buku biografinya laris seperti novel.

AE pun menemukan formula bahwa buku biografi haruslah, akrab, rileks dan bisa dinikmati pembaca layaknya novel.

Rahasia Menulis Buku Biografi Yang Enak Dibaca dari Alberthiene Endah
Peluncuran biografi Pak Jokowi yang ditulis AE (Foto: Liputan6)

AE yang mengawali karir jurnalistiknya di Majalah Femina ini menganggap kisah manusia itu berharga. Pandangan selama ini, buku biografi itu cocok untuk para jenderal pensiunan, orang yang mau mencalonkan diri saat pilkada, atau orang narsis. Padahal tidak begitu.

Setiap orang punya kisah masing-masing, setiap orang layak untuk membuat buku biografi. Walaupun ia mengakui kalau menulis orang tenar akan lebih menguntungkan dari segi penjualan buku karena mereka sudah dikenal.

Tapi, penulis novel laris Jangan Beri Aku Narkoba ini, juga biasa menuliskan biografi horisontal atau orang yang belum banyak dikenal publik. Misalnya, biografi Merry Riana yang saat itu belum banyak dikenal orang di Indonesia. Ia berusaha mengolah kisah Merry agar memiliki magnet untuk menarik pembaca. Itu suatu bukti bahwa penulisan biografi itu tidak harus orang terkenal. Kita bisa menulis biografi horisontal, tulislah orang biasa sekitar kita yang akan menjadi portofolio kita.

Baca Juga: Tips Menulis Cerita Anak

Selain itu menurut penulis kelahiran Bandung ini, persepsi menulis buku biografi perlu diluruskan. Kita bukan menulis kisah orang tapi menyerap intisari kehidupan, siapa dirinya.

Sebagai penulis, kita harus mencari tahu apa kebahagiaan dia, lukanya apa, misi hidup dan tujuan hidupnya apa. Sebelum kita mewawancarai tokoh kita, lakukan pendekatan dengan orang-orang terdekatnya untuk mendapatkan gambaran seperti apa tokoh kita. Ya, penulis biografi harus peka dengan kehidupan orang lain. Kita harus tune in, punya chemistry dan kenal betul orang yang akan kita tulis.

Bagaimana menuliskan kisah biografi yang menarik?

Pertama, Tentukan premisnya misal Krisdayanti memulai karirnya dari 0 hingga puncak tertinggi. Kisah keteladanan KD bisa ditiru pembaca bahkan yang memiliki karir berbeda, menginspirasi kita untuk bekerja keras meraih impian.

Premis untuk buku Merry Riana, berbeda lagi. AE mengangkat kisah seorang perempuan yang pernah terpuruk hingga titik terbawah. Bagaimana Merry bisa kembali bangkit dan menjadi sukses. Jadi, kita cari orang yang sesuai dengan visi misi kita dulu lalu kita tulis. 

Kesalahan penulis pemula, kita menganggap menulis biografi itu harus dari lahir hingga ia sukses, tidak. Sebagai penulis biografi, kita harus menangkap hal paling sensitif, angle terbaik dari hidup seseorang. Misalnya, ada orang sukses karena selama hidupnya didorong oleh rasa dendam, ada juga dorongannya ingin membahagiakan orang tua yang hidupnya selalu sengsara.

Jadi kenali tokohmu, premisnya apa? Setiap orang berbeda. Setiap orang memiliki kendali dalam hidupnya, bagaimana ia menentukan langkah dalam kehidupam? Kenali hal itu, karena itu akan jadi angle yang akan kita tulis.

Kedua, Karena kita belum dikenal sebagai penulis biografi, buatlah karya yang baik tentang orang sekeliling kita. Misalnya kisah keteladanan orang tua dan leluhur kita. Memang tidak mudah tapi menuliskan ini akan melatih kita menjadi penulis biografi dan menambah portofolio kita.

7 Rahasia Menulis Buku Biografi Yang Enak Dibaca dari Alberthiene Endah
Bersama Pak JK dan istri (Foto: Andalan News)

Bagaimana membangun jaringan untuk memulai karir sebagai penulis biografi?  Penulis biografi jangan marketing atau memasarkan diri tapi kita yang dicari orang. Menurut AE, jaringan akan terbangun dengan mudah dengan menunjukkan karya yang baik, tunjukkan CV kita yaitu karyamu apa saja?  Jadi, buatlah portofolio terlebih dahulu.

Orang-orang di Timur Tengah banyak menulis biografi orang tak terkenal, menulis para perempuan yang kisahnya menyentuh dan patut dibagikan. Tak disangka, karya mereka membetot perhatian pembaca walaupun tokoh dalam bukunya hanyalah orang biasa.

Ketiga, Lakukan wawancara bernas dan bermutu sehingga bisa menuliskan kisah seseorang dengan baik. Bagaimana cara mewawancarai? Alat terbaik adalah hati kita dan jawaban terbaik adalah jawaban yang tak hadir dari pertanyaan, tapi muncul dan diceritakan langsung oleh tokohnya.

Jadi sekali lagi, sebelum melakukan wawancara dengan sang tokoh, gali dulu tentang orang itu dari orang terdekatnya, tahu lukanya, kisahnya, penuhi diri kita dengan kisah-kisah dia, baru kita mulai wawancara. Jadi, sebelum maju sudah ada bekal pengetahuan tentang orang yang mau kita wawancarai. Kita bisa bikin outline dulu, walau akan selalu ada perubahan saat melakukan wawancara. Biasanya kita akan menemukan cerita baru, ide baru lagi.

Ae lalu memberi contoh ketika ia akan mewawancarai Bapak Jusuf Kalla yang sudah punya banyak buku biografi.  Ia ingin menuliskan Pak JK dari sudut pandang berbeda. Ia pun menemukan ide bagaimana jika ia menuliskan Pak JK dari sudut ayahnya yang berpoligami.

Jadi AE mendekati Pak JK dengan premis, akan menulis tentang bagaimana JK mengurus keluarganya, menjadi pemimpin keluarga saat berusia 15 tahun karena ayahnya menikah lagi. Pak JK menjadi bersemangat dengan premis AE dan cerita masa remajanya pun mengalir sendiri tanpa ditanya. Buku itu akhirnya diterbitkan dengan judul Athirah, nama ibu Pak JK. Jadi, sebelum wawancara, AE sudah mengenal betul bagaimana sang tokoh dan keluarganya jadi saat wawancara akan lebih lancar.

Jadi, buatlah tokoh yang akan kita tulis antusias dengan ide dan premis kita. Buatlah agar ia merindukan kita. Orang yang antusias akan bercerita banyak hal pada kita, membongkar rahasianya tanpa ditanya. Wawancara yang baik kita tidak mengintimidasi, tidak menginterogasi karena kita bukanlah polisi.

Keempat, Modal penulis biografi harus arif dan bijaksana, menilai secara proporsional seseorang, tidak boleh berpihak, tidak boleh menghakimi, dan tentu saja juga tidak boleh terlalu menyanjung tokoh tulisan kita. Sebagai penulis, kita harus memahami tokoh kita,

Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Jadi, jangan menulis melulu kebaikan seseorang hingga tampak seperti malaikat, jangan pula menulis semua keburukannya karena ia bukanlah penjahat. Tulislah secara proporisonal yang menunjukkan ia adalah manusia biasa.

Setiap orang rindu bercerita. Andaikan dunia lebih ramah orang akan bercerita dengan bebas. Karena beban yang berat jika harus menyimpan semuanya sendiri. Jadi, kita harus mengingatkan tokoh kita apakah benar ini mau ditulis? Sesuaikan dengan adat ketimuran. Jadi, ada rambu-rambunya.

Saat menulis biografi, AE tak mau membuat sensasi, ia ingin menyalurkan inspirasi orang itu ke pembaca. Jadi dia tak akan mengorek kekurangan orang lebih dalam. Jadi, buatlah tokoh percaya diri menyerahkan naskah ini ke publik. Kita bagikan satu bab atau dua bab agar tokoh bisa melihat dulu tulisan kita. Kalau ia klik, maka ia akan bersemangat melanjutkan bab selanjutnya.

Kelima, Harus belajar banyak kalau mau jadi penulis biografi. Dalam menulis tokoh, kita harus belajar hal berbeda. Misalnya nulis tentang tokoh perbankan, ia harus mengenal seluk-beluk bank dulu. Jadi harus semangat belajar. Penulis biografi itu harus punya stamina.

Keenam, Terjun langsung. AE menceritakan pengalamannya saat akan menulis biografi pendiri pesantren ternama. Ia hanya diberi bahan berupa buku dan artikel dari koran. Ia menolak. Kenapa tidak wawancara langsung? AEyang beragama kristen pun memakai kerudung dan langsung mengunjungi pesantren bertanya langsung pada kiai, ustaz dan para santri.

Rahasia Menulis Buku Biografi Yang Enak Dibaca dari Alberthiene Endah
Honor penulis biografi lebih dari layak (Foto: satupena)

Jangan hanya menulis dari berbagai sumber bahan yang ada melakukan tanpa wawancara. Cerita orisinal terlahir dari cerita langsung daripada hanya menulis ulang bahan. Jadi, Biasakan wawancara langsung. Jika tokoh sudah meninggal, wawancarai dan dengarkan pendapat orang terdekat dan keluarganya.

Ketujuh, Penulis biografi itu harus sabar karena menulis biografi itu lama. Ada yang butuh waktu dua bulan, bahkan dua tahun seperti buku biografi Bu Ani Yudhoyono. Kadang, penulis juga harus pontang-panting jika tokoh minta naskahnya cepat selesai karena tenggat waktunya ketat.

Buku Merry Riana ia tulis dua minggu karena sedang mood. Yang penting penulis harus menjaga tenggat waktu, kapan sang tokoh akan melakukan peluncuran bukunya. Katakan saja penulisan buku biografi minimal 6 bulan, kalau selesai lebih cepat lebih bagus.

Bagi AE, asyiknya menjadi penulis biografi adalah makin tua makin dihargai, dan jumlah honornya lebih dari layak untuk hidup berkecukupan.