“Main ke perpustakaan yuk!”

“Hah, ngapain? Malas ah. Membosankan!”

“Wah, ketinggalan kamu!”

Kalian masih menganggap perpustakaan itu tempat yang membosankan dan hanya untuk kutu buku? Wah, kamu ketinggalan zaman. Saat ini, perpustakaan bukan lagi sebuah tempat berisi buku-buku lusuh berdebu dengan meja dan kursi ditata seadanya dan seringkali nampak angker.

Jadikan Perpustakaan Tempat yang Menyenangkan untuk Semua

Ya, perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi sebuah tempat melakukanberbagai kegiatan yang menambah wawasan dan pengalaman. Perpustakaan kini menjadi ruang publik dengan fungsi yang luas dan tak terbatas.

Perpustakaan makin berbenah diri. Banyak perpustakaan yang merombak desain interiornya agar lebih nyaman. Perpustakaan kini tampil dengan penataan ruangan lebih menarik, estetik dan tentu saja nyaman untuk pemustaka.

Tak heran, kini banyak perpustakaan yang dijadikan lokasi pemotretan estetik. Suatu kemajuan besar ya bagi perpustakaan tidak lagi dianggap tempat yang kuno, gelap dan membosankan.

Menjadikan Perpustakaan Sebagai Ruang Publik yang Menyenangkan

Peran perpustakaan pum kini lebih luas lagi. Perpustakaan diharapkan berbasis inklusi sosial yang berarti perpustakaan wajib melayani pemustaka tanpa memandang perbedaan baik dari segi fisik, sosial, ekonomi, pendidikan bahkan kondisi mental pemustaka. Hal ini membuat perpustakaan menjadi tempat yang terbuka untuk siapa saja.

Jadikan Perpustakaan Tempat yang Menyenangkan untuk Semua

Ya, perpustakaan zaman sekarang bukan lagi tempat orang-orang membaca di sebuah ruangan yang dingin dan sunyi. Jika ada suara sedikit, pustawakan akan menegur dengan wajah judes. Perpustakaan telah bertransformasi menjadi tempat bermain dan belajar yang menyenangkan.

Baca Juga: Baca Online di Aplikasi Ipusnas

Berbagai kegiatan menarik bisa kita temukan di perpustakaan. Ada beberapa ide kegiatan yang bisa dilakukan pihak perpustakaan dengan berkolaborasi dengan komunitas dan lembaga yang berada di lingkungan perpustakaan.

Perpustakaan bisa menyelenggarakan bazar buku murah dan mengundang para insan perbukuan untuk membagikan pengalamannya. Misalnya, bedah buku bertema keuangan keluarga dengan mengundang penulis buku, atau praktisi perencanaan keuangan. Pemustaka akan mendapatkan wawasan baru seputar topik yang dibahas yaitu mengatur keuangan keluarga.

Perpustakaan bisa menyelenggarakan berbagai kelas yang menarik untuk pemustaka remaja menambah kemampuannya. Misalnya kelas public speaking dan kelas MC untuk pelajar SMA, kelas menulis artikel, kelas membuat tas rajut, hingga kelas menjadi konten kreator untuk remaja.

Jadikan Perpustakaan Tempat yang Menyenangkan untuk Semua

Pihak perpustakaan bisa rutin mengadakan sesi mendongeng dan read aloud untuk pengunjung anak-anak usia dini setiap bulan.  Perpustakaan bisa berkolaborasi dengan komunitas pendongeng dan berbagai PAUD dan TK untuk kegiatan ini. Kegiatan ini bisa meningkatkan kecintaan anak pada buku sekaligus menghibur mereka.

Bagaimana dengan para lansia? Perpustakaan bisa mengadakan kegiatan senam bersama lansia. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan cek kolesterol dan tensi gratis. Perpustakaan bisa merekomendasikan buku-buku yang cocok untuk para lansia misalnya buku Meditasi Lansia, Lansia Zaman Now, dan Status Gizi Lansia.

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Buku Bajakan

Dengan berbagai kegiatan menarik yang diadakan perpustakan berkolaborasi dengan komunitas dan lembaga yang ada, maka peran perpustakaan menjadi lebih luas dan bisa memenuhi kebutuhan para pemustaka zaman sekarang baik kebutuhan informasi, edukasi dan juga hiburan. Perpustakaan akan menjadi ruang publik dan tempat berkegiatan yang menyenangkan bagi pemustaka segala usia dan latar belakang. 

Sumber Foto: Pixabay.com